reformasi PSSI adalah harga mati!!!
itu adalah seruan yang di katakan para pengunjuk rasa yang menginginkan reformasi di kubu PSSI mereka mengklaim bahwa PSSI melakukan berbagai tindakan yang merugikan bagi persepakbolaan indonesia, mulai dari kasus korupsi yang dilakukan oleh ketua PSSI hingga pengaturan skor pertandingan.
hal ini tentunya menjadi suatu hal yang sangat sensitif untuk di bahas karena menyangkut organisasi yang besar yaitu PSSI, kasus ini makin memanas dengan kembali dicalonkanya ketua PSSI yang bermasalah yaitu Nurdin Halik yang di dukung oleh 80% anggota PSSI.
reformasi PSSI diinginkan oleh para pengunjuk rasa, bukan juga kerena ada kasus tersebut, melainkan karena tidak adanya prestasi yang membanggakan bagi persepakbolaan indonesia pasalnya indonesia tidak pernah sekalipun juara di kompetisi se asia tenggara maupun tingkat asia, prestasi indonesia hanya sampai di final tetapi tidak mampu untuk mendapatkan gelar juara, hal menunjukan ketidak berhasilan kepengurusan PSSI pada saat ini, dengan demikian sudah sangat jelas bahwa kepengurusan PSSI pada saat ini, tidak memberikan dampak yang berpengaruh bagi persepakbolaan indonesia.
jadi sudah tidak di ragukan lagi protes yang dilakukan oleh rakyat sangat jelas yaitu dilakukannya reformasi di kubuh PSSI, agar indonesia memiliki persepakbolaan yang bebas dari korupsi dan pengaturan skor.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar