Jumat, 30 Desember 2011

Yesus Lahir di Minahasa

kelahiran dan kematian yang mengatur adalah Tuhan, sebab jika Tuhan tidak menghendaki kelahiran dan kematian maka hal tersebut tidak akan pernah terjadi. begitu juga Yesus Kristus, Yesus di kehendaki Tuhan tuhan untuk lahir di betlehem daerah yang orang-orang yang berada di sekitarnya memeluk tradisi agama Yahudi, disana Dia dilahirkan.
pada saat Ia dilahirkan disana, secara otomatis maka Yesus juga akan melaksanakan tradisi Yahudi, dan secara langsung juga apa yang di tuliskan dalam alkitab itu adalah tradisi Yahudi. kemudian dalam hal ini mari saya antar teman-teman pembaca bila Yesus itu dilahirkan di tanah Minahasa pasti semua halnya akan berbeda dimana Yesus akan mengikuti tradisi Minahasa yang secara turun-temurun diwariskan dan apa yang tertulis dalam alkitab itu adalah tradisi dan budaya di minahasa. disadari hal ini sangat mempengaruhi seluruh dunia dengan budaya mereka masing-masing dimana ketika berita tentang keselamatan di bawah keseluruh dunia manusia di tegaskan oleh para pembawa berita tersebut untuk melakukan seperti apa yang yesus lakukan dan melarang semua kegiatan yang yesus tidak lakukan.
hal ini membawa dampak bagi budaya dimana, ada hal-hal yang berbeda ketika yesus ada di tengah orang Yahudi dengan budaya yang ada di seluruh dunia khususnya pada saat ini di Mnahasa, dampak yang terjadi adalah dimana budaya Minahasa terbiarkan sehingga apa yang dilaksanakan dalam kegiatan peribadatan kepada Tuhan adalah berdasarkan budayaYahudi bercampur dengan eropa yang pada mayoritasnya sebagai pengantar injil juga sebagai pendeta pada dahulunya. hal tersebut secara langsung menyingkirkan budaya Minahasa sehingga berkurangya pengetahuan mengenai budaya sendiri orang Mianahasa. mereka lebih mengenal budaya Yahudi dan Eropa dalam tempat peribadatan dibandingkan cara beribada Orang Minahasa pada dahulunya.
dahulu, sebelum masuknya kristen di tanah Minahasa, Minahasa tau bahwa ada yang mengatur dan melindungi alam ini, yaitu Tuhan dalam bahasa Minahasa Opo Empung, waranatas, walianwangko. yang dalam bahasa Minahasa memiliki arti satu yaitu Tuhan itu sendiri, dengan demikian harusnya kita menyadari bahwa orang tua Orang Minahasa pada saat ini juga memiliki pengetahuaan tentang Tuhan seperti yang telah diajarkan oleh yesus, dalam budayanya juga orang Minahasa mengetahui tentang kasih dimana seperti yang ada dalam perjanjian" yang di tuliskan di watu tiwa, yang adalah murini perkataan dari Toar diman sebagai orang Minahasa kita harus terus senantiasa saling sayang menyaangi serta menjauhi perang.
hal tersebut dapat membuktikan kasih yang Yesus ajarkan sudah diajarkan oleh orang Tua minahasa kepada anak-anaknkya.
kemudia problema kehidupan saat ini yang terjad adalah orang-orang menyebutkan tempat pribadatan Orang minahasa yaitu Batu dalam hal ini dianggap sebagai satu kebiasaan yang salah Untuk mencari Tuhan.
padahal dalam hakekatnya orang yang datang kesana adalah untk berdoa kepada Tuhan meminta tuntunan agar tidak tersesat dalam menjalani kehidupan.
sebelum Yesus lahir 2000 tahun yang lalu. orang Minahasa sudah mengetahui mengenai Tuhan, damana pada zaman Toar Lumimuut yang diperkirakan sudah ada sejak 40,000 tahun yang lalu ada di tanah Minahasa. dimana mnereka selalu berdoa untuk meminta tuntunan dari Tuhan.
ada banyak kebiasaan yang baik yang mulai hilang dari kebudayaan Minahasa, mulai dari Doa untuk keluar rumah, doa waktu mau menanam dan memanen hasil perkebunan serta dalam berburu. orang Minahasa pada dahulunya selalu berdoa dikarenakan ajaran dari Kristen yang mengatakan bahwa diluar ajaran yang diajarkan diluar Alkitab adalah salah.
skarang pertanyaannya apa yang salah dengan doa mengucapsyukur dan memintah tuntunan Tuhan?
ini yang harusnya dipertahankan dan tidak perlu di tentang karena ini adalah kebiasaan yang baik dan harus dibawa dan dilestarikan. sebab Tuhan menghenadaki hal-hal tersebut.
mungkin hanya ini yang bisa saya bagikan tetapi kiranya kita dapat dapat menerima kenyataan ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar